<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Tinta on UV Light Zone</title>
		<link>http://uv-light-zone.com/id/tags/tinta/</link>
		<description>Recent content in Tinta on UV Light Zone</description>
		<generator>Hugo</generator>
		<language>id</language>
		
		
		
		
			<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 10:34:26 +0800</lastBuildDate>
		
			<atom:link href="http://uv-light-zone.com/id/tags/tinta/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
			<item>
				<title>Lampu halida gallium untuk mengeringkan tinta</title>
				<link>http://uv-light-zone.com/id/posts/gallium-halide-lamp-for-curing-ink/</link>
				<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 10:34:26 +0800</pubDate>
				<guid>http://uv-light-zone.com/id/posts/gallium-halide-lamp-for-curing-ink/</guid>
				<description>&lt;p&gt;&lt;img src=&#34;http://uv-light-zone.com/images/a340ed1f2aa85198d59ebbbb11cc1cc2.png&#34; alt=&#34;Lampu halida gallium untuk mengeringkan tinta&#34;&gt;&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Pada proses pencetakan, &lt;a href=&#34;https://henruite.com&#34;&gt;lapisan&lt;/a&gt; tinta yang tebal memang terlihat bagus saat masih basah—sampai lapisan permukaannya mengeras, sementara lapisan di bawahnya tetap lunak. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya masalah seperti distorsi tepi dan kebutuhan untuk melakukan perbaikan ulang.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Ini merupakan hukum fisika yang sederhana saja. Dengan penggunaan &lt;a href=&#34;https://goldisgood.com&#34;&gt;cahaya&lt;/a&gt; UV konvensional, sebagian besar energinya diserap di permukaan, sehingga bagian dasar tinta tidak mendapatkan cukup energi untuk proses polimerisasi. Lampu gallium halide memecahkan masalah ini dengan menghasilkan sinar pada panjang gelombang yang lebih panjang, yaitu 385nm dan 405nm. Pada panjang gelombang ini, tingkat penyerapan energi lebih rendah, sehingga energi dapat menembus lapisan tinta lebih dalam.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
	</channel>
</rss>
